Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan di bawah menu

Terbaru! Pilih Salah Satu Dari 4 Jenis Reksadana Untuk Investor Pemula

Jenis Reksadana Untuk Investor Pemula

Reksadana untuk investor memang terbukti menjanjikan akan tetapi apabila mengetahui cara mainnya. Terlebih bagi pemula tidak bisa asal coba-coba saja, akan tetapi juga harus memperhatikan jenis investasi apa yang akan mereka ikuti dan jalani.

Mengapa Investasi Reksa Dana?

Belakangan ini reksadana memang begitu populer seiring kesadaran para anak muda yang ingin belajar investasi. Pasalnya instrumen tersebut mudah dalam memahaminya. Lantas mengapa harus memakai reksadana?

1. Keuntungan

Salah satu keunggulan dari penggunaan reksadana bagi pemula ini adalah keuntungannya cukup konsisten, bahkan di atas rata-rata investasi tradisional. Apalagi kini angka inflasi juga cukup tinggi sehingga perlu adanya sebuah instrumen yang mampu mengejar.

Hal yang paling menguntungkan adalah penghasilan yang akan didapat lumayan tinggi dengan return 20 %. Sebut saja pada tahun awal Anda akan memberikan investasi sebesar Rp 500.000, maka 15 tahun yang akan datang, dana tersebut akan menjadi sekitar Rp 960 juta.

2. Modal Awal Kecil

Mungkin investasi dengan modal awal yang kecil sangat diminati oleh pemula, karena rata-rata mereka masih ingin mencari pengalaman dan coba-coba. Bahkan untuk per bulannya saja bisa memulai tanam uang mulai dari Rp 50.000 – Rp 100.000 saja.

Tentu jumlah yang kecil itu bisa membuat semua kalangan ikut serta untuk menanam modal atau investasi. Jika gagal pun tidak akan terlalu rugi, bahkan cukup memberikan Anda banyak pengalaman untuk menghindari kejadian serupa pada masa yang akan datang.

3. Mudah Cair

Reksadana tampaknya hadir memang bagi para pemula. Meskipun penghasilan tidak terlalu tinggi akan tetapi cukup mampu memberikan banyak keuntungan terlebih pengalaman. Salah satunya adalah dana yang mudah cair.

Apabila investasi pada bidang properti atau sejenisnya, maka akan memerlukan waktu bulan hingga tahunan baru dana bisa cair. Sedangkan melalui reksadana untuk investor, Anda hanya memerlukan 3 hari setelah transaksi berhasil.

Bagaimana Cara Kerja Reksadana?

Bagi pemula, sebelum melakukan investasi memang sudah seharusnya mengetahui cara kerja dari reksadana yang akan ia ikuti. Dalam hal ini, investasi akan terpecah kemudian dibagi dalam beberapa perusahaan.

Cara tersebut akan memberikan tingkat resiko kerugian lebih rendah karena apabila salah satu perusahaan turun, maka tidak serta merta instrumen juga akan turun. Hal tersebut karena masih terdapat tempat lain yang menopangnya dan manajer investasi juga berhati-hati dalam mengaturnya.

Selain itu, reksadana juga mampu memberikan return cukup besar, instrumennya memberikan kemudahan akses untuk para investornya serta jangkauan wilayah luas. Meskipun begitu, hal ini akan memberikan Anda PR besar untuk mempelajari seluk beluk tiap daerah hingga mampu memberikan keuntungan.

Jenis Reksadana Untuk pemula

Memilih untuk mengikuti investasi sejak muda memanglah baik. Meskipun begitu tetap saja harus memperhatikan beberapa hal. Terlebih dalam memahami alur permainannya. Sebelumnya perlu tahu bahwa reksadana itu hanyalah sebuah instrumen atau wadah sehingga tujuan dapat tercapai.

Apabila Anda salah satunya, maka bisa mencoba beberapa jenis berikut ini yang cocok bagi pemula:

1. Reksadana Saham

Reksadana saham meskipun terbilang memiliki mampu memberikan penghasilan yang paling tinggi dan menjanjikan akan, tetapi resikonya pun juga cukup besar. Hal ini karena sebagian besar uang akan Anda investasikan ke instrumen saham tersebut.

Oleh karena fluktuasi yang cukup tinggi itulah, maka reksadana syariah saham cenderung dipilih untuk investasi jangka panjang saja setidaknya selama 5 tahun. Selain itu, jenis ini lebih cocok bagi pemula yang suka tantangan dan tidak mau mengambil resiko tinggi.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Jika Anda adalah seseorang yang suka melakukan perencanaan untuk masa depan, maka investasi seperti ini sangat cocok. Reksadana pendapatan tetap, artinya akan membuat investor menempatkan sebagian uang ke obligasi dengan jangka waktu ideal sekitar 1-3 tahun.

Meskipun masih ada fluktuasi akan tetapi tidak akan sebesar menghadap reksadana saham. Selain itu, investasi ini juga terpengaruh oleh kondisi dari bank central tanah air. Namun, apabila hanya untuk perencanaan keuangan jangka menengah seperti pendidikan, memang dianjurkan.

3. Reksadana Campuran

Reksadana campuran ini adalah salah satu satu bentuk investasi yang memiliki resiko rendah. Seperti namanya, lantaran uang Anda akan berada pada berbagai macam instrumen seperti pasar uang, saham dan juga obligasi.

Hal yang membuat resikonya lebih rendah adalah apabila salah satu investasi anjlok, maka Anda masih memiliki cadangan yang terletak pada instrumen lain. Meskipun hasil yang akan diperoleh juga tidak terlalu tinggi tetapi masih bisa masuk dalam daftar reksadana terbaik 2020.

4. Reksadana Pasar Uang

Sebagai pemula, reksadana pasar uang ini sangat cocok sebagai langkah awal untuk belajar investasi. Pasalanya, pada model penanaman modalnya tidak akan memberikan resiko tinggi, bahkan cenderung yang paling rendah karena akan diletakkan pada pasar uang dan obligasi.

Selain itu, reksadana pasar uang ini juga memberikan modal awal yang sangat murah, yaitu minimal hanya Rp 50.000 saja. Tentu jumlahnya sangat terjangkau bagi pemula yang masih ingin belajar. Contohnya investasi seperti ini adalah pada reksadana Tokopedia.

Tertarik untuk belajar investasi? Kira-kira jenis reksadana untuk investor mana yang akan Anda pilih? Sebenarnya, semuanya bisa asalkan harus mencari tahu terlebih dahulu profil risiko diri sendiri sehingga tidak sampai salah langkah.

Post a Comment for "Terbaru! Pilih Salah Satu Dari 4 Jenis Reksadana Untuk Investor Pemula"